BAB I
PENDAHULUAN
1.
Akuntansi
Internasional berbeda dengan akuntansi lainnya.
Akuntansi merupakan peranan yang sangat
penting dalam masyarakat, sebagai cabang ilmu ekonomi, akuntansi memberikan
informasi mengenai suatu perusahaan dan transaksinya untuk memfasilitasi
keputusan alokasi sumber daya oleh para pengguna informasi tersebut. jika
informasi yang dilaporkan dapat diandalkan dan bermanfaat, sumber daya yang
terbatas tersebut dialokasikan secara optimal, dan sebaliknya lokasi sumber
daya akan menjadi kurang optimal jika informasi kurang andal dan tidak
bermanfaat.
Akuntansi internasional, tidaklah
berbeda dari peranan yang dimaksudkan.
Yang membuat studinya berbeda adalah perusahaan yang dilaporkan adalah
perusahaan multinasional dengan opersai dan transaksi yang melintasi
batas-batas Negara, atau suatu perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada
para pengguna yang berlokasi di Negara selain Negara perusahaan pelaporan.
2.
Akuntansi
Internasional terbagi menjadi tiga bagian yang luas.
Ingatlah bahwa akuntansi mencakup
beberapa proses yang luas: pengukuran, pengungkapan, dan auditing. Pengukuran
adalah proses mengidentifikasikan, mengelompokkan, dan menghitung aktivitas
ekonomi atau transaksi. Pengukuran ini memberikan masukan mmendalam mengenai
profitabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya.
Pengungkapan adalah proses dimana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada
para pengguna yang diharapkan. Bidang ini memusatkan perhatian pada isu-isu
seperti apa yang akan dilaporkan, kapan, dengan cara apa, dan kepada siapa.
Auditing adalah proses dimana kalangan professional akuntansi khusus (auditor)
melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan
komunikasi. Apabila auditor internal adalah karyawan perusahaan yang
bertanggung jawab kepada manajemen, maka auditor eksternal adalah pihak bukan
karyawan yang bertanggung jawab untuk melakukan atestasi bahwa laporan keuangan
perusahaan disusun menurut standar akuntansi yang berlaku umum.
3. Sejarah
dan Akuntansi Internasional dan trend kebijakan sector keuangan nasional.
Awalnya, Akuntansi dimulai dengan sistem pembukuan
berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14 dan
15. Sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping), dianggap awal
penciptaan akuntansi. Akuntansi modern dimulai sejak double entry
accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem
pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli
(th 1447). Luca Pacioli lahir di Italia tahun 1447, dia bukan akuntan tetapi
pendeta yang ahli matematika, dan pengajar pada beberapa universitas terkemuka
di Italia. Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip
dasar double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa
the arithmetica geometria proportioni et proportionalita di tahun 1494.
Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa prinsip dasar double accounting
system bukanlah ide murni Luca namun dia hanya merangkum praktek akuntansi
yang berlangsung pada saat itu dan mempublikasikannya.
Luca memperkenalkan 3 catatan penting yang harus
dilakukan :
·
Buku Memorandum, adalah buku catatan
mengenai seluruh informasi transaksi bisnis.
·
Jurnal, dimana transaksi yang
informasinya telah disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam
jurnal.
·
Buku Besar, adalah suatu buku yang
merangkum jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting
system (Raddebaugh, 1996).
Perkembangan sistem akuntansi ini didorong oleh
pertumbuhan perdagangan internasional di Italia Utara selama masa akhir abad
pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan
pajak terhadap transaksi komersial. Pembukuan ala Italia kemudian beralih ke
Jerman untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik. Pada
saat bersamaan filsuf bisnis Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan
periodic dan pemerintah Perancis menerapkan keseluruhan sistem dalam
perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.
Tahun
1850-an double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan
tumbuhnya masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi
di Skotlandia dan Inggris tahun 1870-an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke
seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu
model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia, Sistem
akuntansi Perancis di Polinesia dan wilayah-wilayah Afrika dibawah pemerintahan
Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan
Kekaisaran Rusia. Pada abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika
Serikat, kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi
diakui sebagai suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia
II, pengaruh Akuntansi semakin terasa di Dunia Barat. Bagi banyak negara,
akuntansi merupakan masalah nasional dengan standar dan praktik nasional yang
melekat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional.
Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2012 lebih
rendah dari tahun sebelumnya. Perekonomian Indonesia pada 2012 tumbuh
cukup tinggi sebesar 6,3% dan diprakirakan akan meningkat pada 2013 dan 2014.
Daya tahan perekonomian selama ini didukung oleh stabilitas makro dan sistem
keuangan yang terjaga sehingga mampu memperkuat basis permintaan domestik.
Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun
2012 masih mencatat surplus, meskipun mengalami tekanan defisit transaksi
berjalan. Nilai tukar Rupiah pada 2012 mengalami depresiasi dengan volatilitas
yang cukup rendah. Rupiah secara point-to-point melemah 5,91% (yoy) selama
tahun 2012 ke level Rp9.638 per dolar AS. Tekanan depresiasi terutama terjadi
pada triwulan II dan III tahun 2012 terkait dengan memburuknya kondisi
perekonomian global, khususnya di kawasan Eropa, yang berdampak pada penurunan
arus masuk portfolio asing ke Indonesia.
Inflasi sepanjang tahun 2012 tetap terkendali pada
level yang rendah dan berada pada kisaran sasaran inflasi sebesar 4,5%±1%. Stabilitas
sistem keuangan dan fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga dengan baik.
Kebijakan Bank Indonesia akan diarahkan
untuk mengelola permintaan domestik agar sejalan dengan upaya untuk menjaga
keseimbangan eksternal. Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran
kebijakan melalui lima pilar kebijakan. Pertama, kebijakan suku bunga
akan ditempuh secara konsisten dengan prakiraan inflasi ke depan agar tetap
terjaga dalam kisaran target yang ditetapkan. Kedua, kebijakan nilai tukar akan
diarahkan untuk menjaga pergerakan Rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya.
Ketiga, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga kestabilan sistem
keuangan dan mendukung terjaganya keseimbangan internal maupun eksternal.
Keempat, penguatan strategi komunikasi kebijakan untuk mengelola ekspektasi
inflasi. Kelima, penguatan koordinasi Bank Indonesia dan Pemerintah dalam
mendukung pengelolaan ekonomi makro, khususnya dalam memperkuat struktur
perekonomian, memperluas sumber pembiayaan ekonomi, penguatan respons sisi
penawaran, serta pemantapan Protokol Manajemen Krisis (PMK).
Trend Kebijakan Sektor Keuangan
Nasional
Rapat Dewan Gubernur
(RDG) Bank Indonesia pada 10 Januari 2013 memutuskan untuk mempertahankan BI
Rate sebesar 5,75%. Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan
sasaran inflasi tahun 2013 dan 2014, sebesar 4,5% ± 1%. Evaluasi menyeluruh
terhadap kinerja tahun 2012 dan prospek tahun 2013-2014 menunjukkan
perekonomian Indonesia tumbuh cukup tinggi dengan inflasi yang tetap
terkendali dan rendah. Kinerja tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan
yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah untuk menjaga stabilitas
makro dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi
dunia. Fokus kebijakan Bank Indonesia saat ini diarahkan untuk
mengelola keseimbangan eksternal dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai
kondisi fundamentalnya. Ke depan, Bank Indonesia juga akan memperkuat
bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta mempererat koordinasi dengan
Pemerintah untuk mengelola permintaan domestik agar sejalan dengan upaya menjaga
keseimbangan eksternal, mencapai sasaran inflasi, dan kesinambungan pertumbuhan
ekonomi nasional.
4.
Peran
akuntansi dalam bidang usaha dan pasar modal global.
Peran Akuntansi
Dalam Bidang Usaha Global
Globalisasi yang sudah pasti dihadapi
oleh bangsa Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam
dunia usaha. Dalam globalisasi yang menyangkut hubungan intraregional dan
internasional akan terjadi persaingan antarnegara. Perwujudan nyata dari
globalisasi ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia antara lain
terjadi dalam bentuk-bentuk berikut (Damanhuri, 2003):
· Pembiayaan.
Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan
investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di
dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon,
atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem
pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari
mancanegara.
· Tenaga
kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh
dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf professional diambil dari tenaga
kerja yang telah memiliki pengalaman internasional dan\atau buruh diperoleh
dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin
mudah dan bebas.
· Jaringan
informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi
dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV,
radio, media cetak dan lain-lain. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju
telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama.
Sebagai contoh KFC, Hoka Hoka Bento, Mac Donald, dll melanda pasar di
mana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia (baik yang berdomisili
di kota maupun di desa) menuju pada selera global.
· Perdagangan.
Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta
penghapusan berbagai hambatan non tarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan
dan persaingan menjadi semakin ketat dan fair. Bahkan, transaksi menjadi
semakin cepat karena "less papers/documents" dalam perdagangan, tetapi
dapat mempergunakan jaringan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih.
Dengan kegiatan bisnis korporasi (bisnis corporate) di atas dapat dikatakan
bahwa globalisasi mengarah pada meningkatnya ketergantungan ekonomi antarnegara
melalui peningkatan volume dan keragaman transaksi antarnegara (cross-border
transactions) dalam bentuk barang dan jasa, aliran dana internasional
(international capital flows), pergerakan tenaga kerja (human movement) dan
penyebaran teknologi informasi yang cepat.
Peran Akuntansi
Dalam Pasar Modal Global
Dalam era
globalisasi, dunia usaha dan masyarakat telah menjadi semakin kompleks sehingga
menuntut adanya perkembangan berbagai disiplin ilmu termasuk Akuntansi.
Akuntansi memegang peranan penting dalam ekonomi dan sosial karena setiap
pengambilan keputusan yang bersifat keuangan harus berdasarkan informasi
akuntansi. Keadaan ini menjadikan akuntansi sebagai suatu profesi yang sangat
dibutuhkan keberadaanya dalam lingkungan organisasi bisnis.
Perkembangan dunia usaha
semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Bidang-bidang yang dahulu
tidak di bayangkan sebagai sektor usaha sekarang menjadi sektor besar.
Perkembangan profesi akuntansi terasa lebih meninggi setelah tahun 1985,
Bebarengan dengan BEJ. Bunga Bank yang tinggi mendorong orang mencari
alternatif untuk memenuhi kebutuhan permodalannya, persaingan antar perusahaan
semakin meningkat dengan dibarengi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh
perusahaan di Indonesia. Dalam menghadapi itu semua para pengelola perusahaan
sangat membutuhkan informasi akuntansi dalam rangka pengambilan keputusan.
Akuntansi mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bisnis surat-surat berharga khususnya bisnis saham di pasar modal. Masyarakat Amerika sudah mengenal bisnis tersebut sejak tahun 1900 (Belkaoui, 2007). Dalam bertransaksi, baik para investor maupun calon investor telah menggunakan informasi keuangan perusahaan sebagai salah satu pedoman dalam membuat prediksi-prediksi dan untuk mengambil keputusan bisnis, yaitu investasi dalam surat-surat berharga, khususnya dalam saham. Perkembangan positif yang terjadi terhadap bisnis saham di pasar modal Amerika juga menunjukkan bahwa kebutuhan perusahaan akan modal juga meningkat seirama dengan perkembangan pasar. Perkembangan ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar modal memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara khususnya Amerika pada era tersebut. Di samping itu, juga berarti bahwa kebutuhan dan peran informasi akuntansi menjadi semakin penting.
Akuntansi mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bisnis surat-surat berharga khususnya bisnis saham di pasar modal. Masyarakat Amerika sudah mengenal bisnis tersebut sejak tahun 1900 (Belkaoui, 2007). Dalam bertransaksi, baik para investor maupun calon investor telah menggunakan informasi keuangan perusahaan sebagai salah satu pedoman dalam membuat prediksi-prediksi dan untuk mengambil keputusan bisnis, yaitu investasi dalam surat-surat berharga, khususnya dalam saham. Perkembangan positif yang terjadi terhadap bisnis saham di pasar modal Amerika juga menunjukkan bahwa kebutuhan perusahaan akan modal juga meningkat seirama dengan perkembangan pasar. Perkembangan ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar modal memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara khususnya Amerika pada era tersebut. Di samping itu, juga berarti bahwa kebutuhan dan peran informasi akuntansi menjadi semakin penting.
BAB
II
PERKEMBANGAN
DAN KLASIFIKASI AKUNTANSI INTERNASIONAL
1. PERKEMBANGAN
Standar
dan praktik akuntansi setiap Negara merupakan hasil dari interkasi yang
kompleks di antara faktor ekonomi, sejarah, kelembagaan, dan budaya. Dapat
diduga akan terjadinya perbedaan antar Negara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan akuntansi nasional juga membantu menjelaskan perbadaan akuntansi
antar Bangsa.
·
Sumber
Pendanaan. Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, seperti amerika
serikat dan inggris, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen
menjalankan perusahaan dan dirancang untuk membantu investasi menganalisis arus
kas masa depan dengan risiko terkait.
Pengungkapan dilakukan sangat lengkap untuk memenuhi ketentuan kepemilikan
public yang luas.
·
System
Hukum. System hukum menentukan bagaimana individu dan lembaga berinteraksi.
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar : hukum kode sipil dan hukum umum.
Hukum kode utamanya diambil dari hukum romawi dan kode napoleon. Dalam
Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup
ketentuan dan prosedur.
·
Perpajakan.
Di kebanyakan Negara peraturan pajak secara efektif menentukan standar
akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun
mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Hal ini sebagai contoh
merupakan kasus di Jerman dan Swedia. Di Negara lain seperti Belanda, akuntansi
keuangan dan pajak berbeda: laba kena pajak pada dasarnya adalah laba akuntansi
keuangan yang disesuaikan terhadap perbedaan-perbedaan dengan hukum pajak.
·
Ikatan
Politik Dan Ekonomi. Ide dan teknologi akuntansi dialihkan melalui penaklukan,
perdagangan, dan kekuatan sejenis. System pencatatn berpasangan yang berawal di
italia pada tahun 1400-an secara perlahan-lahan menyebar luas di eropa
bersamaan dengan gagasan – gagasan pembaruan lainnya. Kolonialisme inggris
mengekspor akuntan dan konsep akuntansi di seluruh wilayah kekuasaan
inggris.
·
Inflasi.
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan memengaruhi
kecenderungan suatu Negara untuk menerapkan perubahan harga terhadap akun-akun
perusahaan. Israel, meksiko, dan beberapa Negara amerika selatan menggunakan
akuntansi tingkat harga umum karena pengalaman mereka dengan hiperinflasi.
·
Tingkat
Perkembangan Ekonomi. Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang
dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
·
Tingkat
pendidikan. Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak
berguna jika disalah artikan dan disalah gunakan.
·
Budaya.
Di sini budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu
masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara.
Secara singkat individualism merupakan kecenderungan terhadap suatu tatanan
social yang tersusun longgar dibandingkan terhadap tatanan yang tersusun ketat
dan saling tergantung. Jarak kekuasaan adalah sejauh mana masyarakat merasa
tidak nyaman dengan ambiguitas dan suatu masa depan yang tidak pasti.
Maskulinitas sejauh mana peranan gender di bedakan dan kinerja dan pencapaian
yang dapat dilihat ditekankan daripada hubungan dan perhatian (nilai-nilai
feminine yang tradisional).
KLASIFIKASI
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua
cara : dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan
bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi empiris
menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik
akuntansi seluruh dunia.
EMPAT PENDEKATAN TERHADAP
PERKEMBANGAN AKUNTANSI
Klasifikasi awal yang dilakukan adalah yang diusulkan oleh
Mueller pertengahan tahun 1960-an. Ia mengidentifikasikan empat pendekatan
terhadap perkembangan akuntansi di Negara-negara barat dengan system ekonomi
berorientasi pasar. (1) Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktik akuntansi
didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
Tujuan perusahaan umumnya mengikuti dan bukan memimpin kebijakan nasional
karena perusahaan bisnis mengordinasikan kegiatan mereka dengan kebijakan
nasional. Sebagai contoh, suatu kebijakan nasional berupa lapangan kerja yang
stabil dengan menghindari perubahan besar dalam siklus bisnis akan menghasilkan
praktik akuntansi yang meratakan laba. (2) berdasarkan pendekatan mikroekonomi,
akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Fokusnya terletak pada
perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup. Untuk
mencapai tujuan ini perusahaan harus mempertahankan modal fisik yang dimiliki.
(3) berdasarkan pendekatan independen, akuntansi berasal dari praktik bisnis
dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan,
coba-coba dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai konsep jasa yang konsep
dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang
keilmuan seperti ekonomi. Bisnis menghadapi kerumitan dunia nyata dan
ketidakpastian yang senantiasa terjadi melalui pengalaman, praktik dan intuisi.
Akuntansi berkembang dengan cara yang sama. Sebagai contoh, laba secara
sederhana merupakan hal yang paling bermanfaat dalam praktik dan pengungkapan
secara pragmatis menjawab kebutuhan para pengguna. (4) berdasarkan pendekatan
yang seragam, akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk
kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran,
pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas
pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam
mengendalikan seluruh jenis bisnis. Secara umum pendekatan seragam digunakan di
Negara-negara dengan keterlibatan pemerintah yang besar dalam perencanaan
ekonomi di mana kauntansi digunakan antara lain untuk mengukur kinerja,
mengalokasi sumber daya, mengumpulkan pajak, dan mengendalikan harga.
KLASIFIKASI
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua
cara : dengan pertimbangan dan secara empiris. Klasifikasi dengan pertimbangan
bergantung pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman. Klasifikasi empiris
menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan basis data prinsip dan praktik
akuntansi seluruh dunia.
SISTEM HUKUM: AKUNTANSI HUKUM UMUM
DENGAN HUKUM KODE
Akuntansi juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan system
hukum suatu Negara. (1) akuntansi dalam Negara-negara hukum umum memiliki
karakter berorientasi terhadap “penyajian wajar,” transparansi dan pengungkapan
penuh dan pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Pasar saham
mendominasi sumber-sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditunjukkan untuk
kebutuhan informasi investor luar. Penentuan standar akuntansi cenderung
merupakan aktivitas sector swasta dengan peranan penting yang dimainkan oleh
profesi akuntansi. (2) akuntansi dalam Negara-negara hukum kode memiliki
karakteristik berorientasi legalistic, tidak membiarkan pengungkapan dalam
jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak. Mendominasi
sumber keuangan dan pelaporan keuangan ditujukan untuk perlindungan kreditor.
Penentuan standar akuntansi cenderung merupakan aktivitas sector public dengan
relative sedikit pengaruh dari profesi akuntansi.
SISTEM PRAKTIK: AKUNTANSI PENYAJIAN
WAJAR VERSUS KEPATUHAN HUKUM
Banyak perbedaan akuntansi pada tingkat nasional menjadi
semakin hilang. Terdapat beberapa alas an untuk hal ini : (1) ratusan
perusahaan saat ini mencatatkan sahamnya pada bursa efek di luar Negara asal
mereka. Banyak perusahaan yang mencatatkan sahamnya secara internasional
menyusun laporan keuangan ganda. (2) beberapa Negara hukum kode, mengalihkan
tanggung jawab pembentukan standar akuntansi dari pemerintah kepada kelompok
sector swasta yang professional dan independen. (3) pentingnya pasar saham
sebagai sumber pendanaan semakin tumbuh di seluruh dunia. Perkembangan pasar
saham merupakan prioritas utama di beberapa Negara.
BAB III
AKUNTANSI
KOMPARATIF
STANDAR AKUNTANSI
Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan yang mengatur
penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau
formulasi standar akuntansi. Dengan demikian standar akuntansi merupakan hasil
dari penetapan standar. Namun demikian, praktik sebenarnya berbeda dari yang
ditentukan oleh standar. Untuk memperoleh gambaran yang lengkap mengenai
bagaimana akuntansi bekerja di suatu Negara, kita harus memberikan perhatian
terhadap proses penetapan standar akuntansi, standar akuntansi yang dihasilkan
dan praktik sebenernya. Auditing menambah kredibilitas laporan keuangan.
Penetapan standar akuntansi umumnya melibatkan gabungan kelompok sector swasta
dan public. Sector swasta meliputi profesi akuntansi dan kelompok lain yang
dipengaruhi oleh proses pelaporan keuangan seperti pengguna dan penyusun
laporan keuangan dan para karyawan. Sector public termasuk badan-badan seperti
otoritas pajak, kementerian yang bertanggung jawab atas hukum komersial dan
komisi pasar modal. Bursa efek juga mempengaruhi proses tersebut dan mungkin
termasuk dalam sector swasta atau public, tergantung negaranya. Peranan dan
pengaruh kelompok-kelompok ini dalam penetapan standar akuntansi berbeda dari
satu Negara ke Negara lain. Perbedaan – perbedaan ini membantu menjelaskan
mengapa standar akuntansi berbeda-beda di seluruh dunia.
Hubungan standar
akuntansi dan praktik akuntansi sangat rumit dan tidak selalu bergerak dalam
satu arah yang sama. Dalam beberapa kasus praktik berasal dari standar; pada
kesempatan lain standar berasal dari praktik. Praktik dapat dipengaruhi oleh
kekuatan-kekuatan pasar seperti yang berkaitan dengan kompetisi terhadap dana
dalam pasar modal. Perusahaan yang bersaing untuk memperoleh dana secara
sukarela dapat menyediakan informasi melebihi apa yang diharuskan sebagai
respon terhadap permintaan para investor dan pihak lain terhadap informasi.
PENGUKURAN AKUNTANSI
Aktiva berwujud umumnya dinilai berdasarkan biaya historis.
Meskipun diperbolehkan, revaluasi tetap dikenakan pajak sehingga jarang
ditemukan dalam praktik. Aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak,
umumnya menurut dasar garis lurus atau saldo berganda. Depresiasi tambahan
menurut pajak kadang-kadang dapat terjadi, yang mana jumlah tambahan yang
terjadi disajikan sebagai beban luar biasa dalam laporan laba rugi dan dikreditkan
sebagai provisi terkait pajak dalam ekuitas. Persediaan harus dinilai yang
lebih rendah antara biaya atau nilai realisasi dengan menggunakan metode masuk
pertama keluar pertama atau metode rata-rata tertimbang.
Jerman
Lingkungan kauntansi di jerman mengalami perubahan
terus-menerus dan hasilnya luar biasa sejak berakhirnya perang dunia II. Pada
waktu itu, akuntansi dunia usaha menitikberatkan pada daftar akun nasional dan
per bagian usaha. Hukum komersial pada secara khusus menuntut adanya berbagai
prinsip tata buku yang teratur dan audit secara independen hamper tidak tersisa
setelah perang usai. Perlindungan terhadap kreditor merupakan perhatian yang
fundamental bagi akuntansi di jerman yang dimasukkan dalam hukum komersial.
Penilaian neraca yang konservatif merupakan hal utama bagi perlindungan
kreditor. Hal ini menimbulkan kecenderungan untuk menilai kurang aktiva dan
menilai lebih kewajiban. Cadangan dipandang sebagai perlindungan terhadap
risiko yang tidak terduga dan kemungkinan mengalami gagal bayar. Praktik ini
juga menghasilkan angka laba yang konservatif, yang menjadi dasar untuk
pembagian deviden kepada para pemilik. Dengan demikian, akuntansi di jerman
dirancang untuk menghitung jumlah laba yang sangat hati-hati sehingga membuat
kreditor tidak mengalami kerugian sedikitpun setelah pembagian laba dilakukan
untuk para pemilik.
Regulasi dan penegakan Aturan
Akuntansi
Komite standar akuntansi jerman didirikan tidak lama sesudah
itu dan langsung diakui oleh kementerian kehakiman sebagai pihak berwenang
dalam menetapkan standar di jerman. GASC membawahi Badan Standar Akuntansi
Jerman yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi. GASB
terdiri dari tujuh ahli independen yang berlatar belakang di bidang auditing,
analisis, keuangan, akademik, dan industry. Kelompok-kelompok kerja dibentuk
untuk memeriksa dan membuat rekomendasi atas suatu permasalahan kepada badan
tersebut. sebagai aturan kelompok kerja ini memiliki perwakilan dari sector
perdagangan dan industry dan profesi audito, professor dari sebuah universitas,
dan analisis keuangan. Pertimbangan GASB diambil melalui proses pemeriksaan dan
pertemuan bersifat terbuka. Sekali dikeluarkan standar harus disetujui dan
dikeluarkan oleh kementerian kehakiman.
Pelaporan Keuangan
Undang-undang akuntansi tahun 1985 secara khusus menentukan
isi dan bentuk laporan keuangan meliputi :
1. Neraca
2. Laporan Laba Rugi
3. Catatan atas Laporan Keuangan
4. Laporan Manajemen
5. Laporan Auditor
Ciri utama system pelaporan keuangan di jerman adalah
laporan secara pribadi oleh auditor kepada dewan direktur pengelola perusahaan
dan dewan pengawas perusahaan. laporan ini berisis pendapat terhadap prospek
masa depan perusahaan dan khususnya faktor-faktor yang mengancam kelangsungan
hidup perusahaan.
Jepang
Akuntansi dan pelaporan keuangan di jepang mencerminkan
gabungan berbagai pengaruh domestic dan internasional. Dua badan pemerintahan
yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hukum pajak
penghasilan perusahaan di jepang memiliki pengaruh lebih lanjut pula. Untuk
memahami akuntansi di jepang seseorang harus memahami budaya, praktik, usaha,
dan sejarah jepang. Jepang merupakan masyarakat tradisional dengan akar budaya
dan agama yang kuat. Kesadaran kelompok dan saling ketergantungan dalam
hubungan pribadi dan perusahaan berlawanan dengan hubungan independen yang
wajar di antara individu-individu dan kelompok dinegara barat.
Perusahan-perusahaan jepang saling memiliki ekuitas saham satu sama lain dan
sering kali bersama-sama memiliki perusahaan lain. Investasi yang saling
bertautan ini menghasilkan konglomerasi industry yang meraksasa yang disebut
sebagai keiretsu. Bank sering kali menjadi bagian dari kelompok besar ini. Penggunaan
kredit bank dan modal utang yang meluas untuk membiayai perusahaan besar
terbilang sangat banyak bila dilihat dari sudut pandang baratdan manajemen
perusahaan terutama yang lebih bertanggung jawab kepada bank dan lembaga
keuangan lainnya, dibandingkan kepada para pemegang saham.
Regulasi dan Penegakan Aturan
Akuntansi
Pemerintah nasional masih memiliki pengaruh paling
signifikan terhadap akuntansi di jepang. Regulasi akuntansi didasarkan pada
tiga undang-undang : hukum komersial, undang-undang pasar modal, dan undang –
undang pajak penghasilan perusahaan. ketiga hukum tersebut berhubungan dan
berkaitan satu sama lain. Seorang peneliti jepang menyebut keadaan tersebut
sebagai “ system hukum segitiga.”
Pelaporan Keuangan
Perusahaan yang didirikan menurut hukum komersial diwajibkan
untuk menyususn laporan wajib yang harus mendapat persetujuan dalam rapat
tahunan pemegang saham, yang berisi hal-hal berikut:
·
Neraca
·
Laporan
Laba Rugi
·
Laporan
Usaha
·
Proposal
atau Penentuan Penggunaan (apropriasi) Laba Ditahan
·
Skedul
Pendukung
KASUS
1. Akuntansi di jerman dirancang untuk
menghitung jumlah laba yang sangat hati-hati sehingga membuat kreditor tidak
mengalami kerugian. Hukum pajak secara garis besar menentukan akuntansi
komersial. Prinsip penentuan menentukan bahwa laba kena pajak ditentukan oleh
apa yang tercatat dalam catatan keuangan perusahaan. provisi pajak yang
tersedia dapat digunakan hanya jika semua sudah tercatat. Dengan kata lain, ini
berarti jika suatu depresiasi khusus atau yang mengalami percepatan digunakan
untuk perhitungan pajak, maka hal yang sama juga harus dibebankan untuk
keperluan pelaporan keuangan. Dominasi akuntansi pajak berarti tidak ada
perbedaan yang dibuat antara laporan keuangan yang disusun untuk keperluan
pajak dan yang disajikan dalam laporan keuangan.
2. kelompok usaha Volkswagen menerapkan
standar akuntansi internasional (IAS, sekarang pelaporan keuangan
internasional, atau IFRS) untuk tahun fiscal 2001. Keterangan berikut diambil
dari laporan tahunan Volkswagen tahun 2001, yang menjelaskan perbedaan antara
hukum komersial jerman (HGB) dan IAS, yang diterapkan oleh Volkswagen. Laporan
keuangan yang telah memberikan penyajian yang benar dan wajar terhadap aktiva
bersih, posisi keuangan, dan kinerja laba kelompok usaha Volkswagen. Laporan
keuangan konsolidasi disusun dalam euro. Kecuali dinyatakan lain, semua jumlah
dinyatakan dalam jutaan euro. Laporan laba rugi dibuat sesuai dengan metode
biaya penjualan yang diterima secara internasional. Penyusunan laporan keuangan
konsolidasi sesuai dengan IAS menggunakan asumsi yang terkait dengan jumlah pos
yang disajikan yang mempengaruhi jumlah dalam neraca dan laporan laba rugi
konsolidasi serta pengungkapan aktiva dan kewajiban kontijensi. Kondisi yang
ditetapkan dalam seksi 292a hukum komersial jerman (HGB) berupa pengecualian
dari keharusan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan hukum
komersial jerman telah terpenuhi. Penilaian terhadap kondisi tersebut
didasarkan pada standar akuntansi jerman no.1 (DSR 1) yang diterbitkan oleh
komite standar akuntansi jerman. Untuk memastikan kesamaan dengan laporan
konsolidasi yang dibuat sesuai dengan hukum komersial jerman, seluruh
pengungkapan dan catatan penjelasan yang diharuskan oleh hukum komersial jerman
yang melebihi ruang lingkup yang diharuskan oleh IAS juga diterbitkan.
3. Penerapan IAS :
·
Aktiva berwujud yang disewa guna usahakan
pembiayaan dikapitalisasi dan kewajiban terkait diakui sebagai kewajiban dalam
neraca, asalkan risiko dan pengembalian kepemilikan secara subtansial dapat
diatribusikan kepada perusahaan-perusahaan dalam kelompok usaha Volkswagen AG
sesuai dengan IAS 17.
·
Sebagai pihak sebagai penyedia sewa
guna usaha pembiayaan, aktiva yang disewa guna usahakan tidak dikapitalisasi
tetapi cicilan sewa guna usaha yang didiskontokan disajikan sebagai piutang
·
Aktiva berwujud yang dapat di
dipindahkan didepresiasikan dengan menggunakan metode garis lurus dan bukan
metode saldo menurun
·
Goodwill yang berasal dari
konsolidasi modal yang berasal dari akuisisi perusahaan
·
Persediaan harus dinilai sebesar
biaya perolehan penuh
·
Provisi hanya dibuat ketika terdapat
kewajiban kepada pihak ketiga
·
Perbedaan dari translasi laporan
keuangan yang disusun dalam mata uang asing tidak dicatat dalam laporan laba
rugi
·
Kewajiban jangka menengah dan
kewajiban jangka panjang dimasukkan ke dalam neraca, termasuk biaya perolehan
modal, dengan menggunakan metode biaya efektif.
Sumber :
Choi.D.S
Frederick., Meek. K Gary, 2005, INTERNATIONAL ACCOUNTING, Buku 1, Edisi 5,
Jakarta: Salemba Empat.